Apa itu Terapi Perilaku Dialektik (DBT)?

Dialectical Behavior Therapy (DBT) adalah perawatan perilaku kognitif yang menggabungkan teori dan metode kognitif-perilaku dengan prinsip dan praktik meditasi timur. Terapi Perilaku dialektik dikembangkan oleh psikolog Marsha Linehan.

Siapa yang diuntungkan dari Pelatihan Keterampilan DBT?

DBT dapat berguna untuk Gangguan Kepribadian Borderline, Penyalahgunaan Zat, cedera diri, Bulimia, dan Gangguan Pemakan Pesta, Gangguan Bipolar, dan depresi.

Pelatihan Keterampilan Terapi Perilaku Dialektik

Biasanya, DBT mencakup kombinasi pelatihan keterampilan kelompok dan psikoterapi individu. Ada empat jenis keterampilan utama yang menjadi fokus dalam DBT.

Teknik kesadaran

Mindfulness adalah landasan di DBT. Mindfulness adalah kesadaran yang terbuka, menerima, tidak menghakimi. Ini membantu individu untuk menerima dan menoleransi emosi yang kuat. Oleh karena itu perhatian dianggap keterampilan “inti”, karena sangat penting untuk menerapkan keterampilan DBT lainnya dengan sukses. Ketika Anda sadar, Anda mengamati perilaku, emosi, dan pikiran Anda dari luar, tanpa menghakimi dan memberi label.

Tujuan dari mengajarkan keterampilan mindfulness dalam Terapi Perilaku Dialektik adalah:

  • Mengamati sepenuhnya tanpa penilaian
  • Menjelaskan tanpa pernyataan menghakimi
  • Berpartisipasi dalam aktivitas dengan fokus penuh

Toleransi marabahaya

Keterampilan toleransi stres adalah kemampuan untuk menerima dan mentolerir peristiwa dan emosi yang menyakitkan ketika, tidak ada cara untuk menyelesaikan masalah atau menyingkirkan situasi yang membuat stres.

Individu yang memiliki toleransi marabahaya rendah melakukan perilaku merusak diri sendiri untuk melarikan diri dari rasa sakit emosional yang parah. Perilaku merusak diri menghancurkan diri sendiri, keluarga seseorang dan menyebabkan krisis emosional untuk jangka panjang. Perilaku merusak diri meliputi tiga kategori:

1. Membahayakan diri sendiri.

2. Penyalahgunaan narkoba.

3. Bunuh diri.

Ada empat kategori keterampilan toleransi marabahaya dalam Terapi Perilaku Dialektik:

1. Gangguan.

2. Menenangkan Diri.

3. Meningkatkan momen.

4. Berfokus pada pro dan kontra.

Keterampilan toleransi stres membantu individu untuk mentolerir situasi stres dan mengelola keadaan emosional yang sulit tanpa menggunakan perilaku yang merusak diri sendiri.

Peraturan Emosi

Individu dengan gangguan kepribadian ambang, gangguan bipolar, dan individu bunuh diri menderita emosi yang tidak terkontrol seperti depresi, mania, kemarahan, dan kecemasan. Belajar untuk mengatur emosi kita memungkinkan kita untuk mengelola emosi kita daripada dikelola oleh mereka.

Keterampilan Pengaturan Emosi meliputi tiga tahap:

  1. mengerti apa yang kamu rasakan
  2. mengurangi kerentanan Anda
  3. Kurangi penderitaan emosional.

Efektivitas Antarpribadi

Interaksi kita dengan orang lain dapat menimbulkan stres. Stres juga dapat menyebabkan perilaku merusak diri sendiri. Di sisi lain, hubungan kita adalah alat yang efektif untuk mengatasi stres. Pola respons interpersonal yang diajarkan dalam Terapi Perilaku Dialektik mencakup strategi yang efektif untuk menanyakan apa yang Anda inginkan.

DBT membantu orang meningkatkan hubungan mereka dan mengelola konflik dengan lebih efektif.

Menyediakan Berbagai Obat Herbal NASA
Save No WA : 085-726-366-155



Source by Fariborz Arbasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

%d blogger menyukai ini: